
Dinda...
Duduklah Sejenak Dalam Heningnya Duniaku, Mari Kita Berbincang Tentang Indahnya Bunga Yang Telah Aku Rangkai Untukmu. Dimana Aku Telah Merajut Setiap Asa Dan Secercah Senyum Di Setiap Kelopaknya.
Dinda...
Duduklah Sejenak Dalam Kesederhanaan Istanaku, Mari Kuperlihatkan Setiap Sudut Pintu Hatiku, Dimana Para Prajurit Cinta Telah Mulai Menenun Lembaran-Lembaran Sutra Untuk Namamu
Dinda...
Duduklah Dalam Pelaminan Jamuanku, Akan Aku Suguhkan Sebuah Pualam Sebagai Maharmu, Dimana Pilar-Pilar Tetesan Cahaya Rembulan Telah Menghias Setiap Butiran-Butiran Tahtanya.
Dinda...
Genggam Tanganku Dan Berjalanlah Dalam Langkah Hidupku, Ikuti Setiap Jejak-Jejak Harapan Dan Doaku Bagimu, Tatkala Kau Merasa Resah, Maka Rangkullah Beberapa Bintang Untuk Menuntun Sinar Mu
Dinda...
Pandanglah Terus Pada Mentari Dalam Setiap Keluh Kesahmu, Tatkala Ego Mulai Meresap Dalam Batinmu, Hatimu Tak Akan Tertutup Olehnya.
Dinda.....
Tatkala Senja Mulai Turun Menutup Peraduannya Pada Hari Tua Raga Ini, Maka Teruslah Duduk Dalam Biduk Ini Sebagai Permaisuriku, Ceritakan Tentang Semua Lembaran Silam Yang Telah Kita Anyam Dalam Helai Nafas-Nafas Cinta.
Dinda...
Hapuslah Butiran Kesedihan Yang Mengalir Pada Redup Ranumnya Kasihmu, Bacakan Tentang Suka Dalam Lampau Kita, Dan Simpulkan Senyum Dalam Wajah Penuh Makna Itu, Tetapkan Ia Disitu, Walau Kelak Kalimat Duka Kembali Harus Diucap
Dinda...

