Selasa, 24 Juli 2007

Evaluasi dalam kegagalan

Assalamualaikum wr.wb

Saat kita mengalami cobaan seperti kehilangan, kegagalan apapun itu jenisnya dan keputus asaan, seolah hidup ini telah hancur dan tiada harapan lagi. Pernahkah mengalaminya? Pernah.. siapapun pernah mengalaminya termasuk saya. Pernahkah berpikir mengapa hal itu bisa terjadi? Banyak orang yang pernah mengalami hal demikian namun hanya sedikit yang berpikir mengapa hal itu bisa terjadi, dan lebih sedikit lagi orang yang bisa mengevaluasi setiap peristiwa dalam hidupnya, mengambil hikmah dan mencoba bangkit dengan semangat baru. Karena sebenarnya hidup kita tidak hancur saat cobaan itu datang, hanya sedikit semangat dan kepercayaan diri yang terganggu. Dan akan menjadi lebih parah jika kita benar-benar menganggapnya sebuah masalah.
“Limitations are only limitations when you believe them”, masalah hanya akan jadi masalah jika anda menganggapnya masalah, coba jadikan ia tantangan untuk maju. Sebuah kata bijak ini yang selalu saya gunakan untuk memotivasi diri saya. Adapun kata bijak lainnya adalah (yang saya dengar dari seorang atlet surfing (selancar)), “semakin tinggi ombak semakin tertantang bagi saya untuk mengarungi dan menaklukannya”. Pada intinya masalah bukan untuk dihindari, tapi dikelola dan dicarikan solusi.
Rasulullah SAW bersabda :
Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dia adalah orang yang beruntung, siapa yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, dia adalah orang yang merugi, dan siapa yang hari ini lebih buruk dari yang kemaren maka dia adalah orang yang celaka

Jadi sebagai manusia yang telah diberi kesempurnaan akal dan pikiran, sudah sepatutnyalah kita bisa berpikir dan mengambil hikmah atas semua peristiwa dalam hidup. Tidak ada yang harus disalahkan atas semua kegagalan yang kita alami, karena mencari kambing hitam atas kegagalan kita hanya akan menutup dua pertiga kesempatan kita untuk berpikir jernih dan melakukan evaluasi dalam hidup. Berpikir positif lah terhadap semua orang, walaupun orang tersebut adalah biang dari permasalahan kita, karena jika mengedepankan sikap bijaksana dalam diri kita, sesungguhnya dia hanyalah insan yang diciptakan untuk menguji kesabaran dan taraf keimanan kita. Rasulullah SAW pernah memaafkan orang yang pernah berusaha membunuhnya dan pernah pula mendoakan orang-orang yang menghujat dan melempari beliau dengan batu. Sesungguhnya inilah teladan yang sebenarnya.
Semoga kita semua termasuk saya menjadi orang-orang yang sabar dan selalu berpasrah kepada-Nya. Dan semoga kita semua termasuk dalam orang-orang yang pandai bersyukur.

Wassalamualaikum wr.wb

Lebih banyak orang yang meratapi kegagalan daripada yang melakukan evaluasi dan mengambil hikmah atas kegagalan, dan lebih banyak orang yang runtuh karena kegagalannya daripada orang yang sukses karena belajar dari kegagalannya
( AR <> )