Rabu, 26 September 2007

Asa

Jika Saja Mimpi Itu Datang Lebih Awal, Tentu Sadar Takkan Berani Mengusik Jiwa Yang Sedang Terlelap Dalam Dekapan Malam

Jika Saja Cahaya Itu Datang Sebelum Pagi Membangunkan Raga Yang Sedang Beradu Argumen Dengan Kata Hati Yang Terusik, Tentu Mentari Akan Bersua Pada Secercah Pilunya Harapan

Namun Tidak Ada Satupun Embun Yang Menetes Sesudah Tangis Alam Yang Membasuh Perih Sang Ibunda, Yang Ada Adalah Air Mata Duka Yang Tertahan Oleh Puing-Puing Amarah

Kanda Masih Terduduk Dalam Khusu’ Nya Ayat Sabda, Sementara Dinda Menatapnya Nanar, Sambil Sesekali Merajut Sayap-Sayap Harapan Pada Tangis Sang Ananda.

Jika Saja Ia Bisa Berujar, Maka Perdalamlah Kata Dari Jasad Nurani, “Inilah Budi Yang Paling Utama, Yang Tidak Akan Bisa Terbayar Dengan Sempurnanya Nilai Ikhlas”.

Hati Berdesah.......

Jika Saja Harapan Itu Datang Sebelum Dosa Porak Porandakan Jejak Jerih Dan Keluh Kesah Lelah Sang Raga, Maka Urat-Urat Nadi Akan Terus Menopang Langkah Asa Membenahi Sirrat Yang Terurai

Jika Saja Perih Itu Tidak Datang Saat Luka Menebar Sakit Di Sekujur Diam, Maka Bara Dendam Akan Padam Oleh Argumen Sabar Dalam Memperjuangkan Ayat-Ayat Surga

Hati Masih Berdesah....

Dimana Jiwa Harus Bersujud Sementara Raga Masih Terus Mengukir Enggan Dalam Diam? Apakah Ukiran Itu Begitu Indah Sehingga Membutakan Nur Taqwa Yang Hakiki.

Dimana Hati Harus Mengadu Sementara Ego Masih Sibuk Melukis Rona-Rona Dendam Dalam Riuh Rendahnya Bisik-Bisik Dengki? Apakah Bisikan Itu Begitu Merdunya? Sampai Membuat Akal Berpaling Dari Indahnya Realita Janji Sang Maha Agung.

Hati Kini Memohon...

Andaikan Mampu Terkabul, Kami Lelah Mencari Kebenaran Itu Sendiri.

Andaikan Mampu Terkabul Izinkan Kami Menatap Secercah Sinar Pada Wajah Sang Teladan, Walau Sesaat, Ia Adalah Air Yang Membasahi Setiap Kering Kerontangnya Langkah-Langkah Ego Dalam Membangun Mimpi

Andaikan Terkabul, Izinkan Kami Mati Dalam Balutan Syafaat Syuhada Sang Pemimpin Mulia Itu, Sehingga Terlupa Oleh Kami Semua Keindahan Dan Janji-Janji Dunia

Hati Kini Memohon...

Dan Terus Akan Memohon...

Terus Memohon...

Sampai Raga Tak Mampu Lagi Memohon...

Tidak ada komentar: