Rabu, 19 September 2007

Makna

PANTASKAH MASIH MAKNA DIPERTANYAKAN?

Makna……?

Jatuhan tetes-tetes pilar kilau yang titik-titiknya menyapa urat-urat ibu dalam napas-napas lelah berkabung dalam mendung….

Makna…… ?

Lukisan pada garis-garis surya pijar yang cairkan luka di titian serpih-serpih lara..

Rajutan pada tapak langkah-langkah koyak lembaran pijak….

Langkah galau pada detak-detak sang asa yang meregang nyawa…..

Makna……. ?

Goresan-goresan tua sang cinta bias yang meniti ukiran-ukiran kata satu raga…

Kata pada Jasad-jasad renta yang memandang hampa ayat-ayat sabda…

Adakah arti dari apa yang diraba..? atau hanya rasa pada sang puja..?

Jeritku…oh..

Pada lembar-lembar helai sang tegar yang bilahnya masih tenang terbentang…

Walau kepakan-kepakan kecil sudah tak mampu bawa terbang…

Jeritku…oh..

Pada para mulia yang berkenan tuk patahkan satu helai kepak sayap-sayapnya….

Dan memapahnya pada tepi-tepi sisi mimpi sang asa….

Dan Jeritku…oh…

Pada Mekarnya lembayung yang benamkan rusuk-rusuk tatap temaram sang rembulan…

Membuai dirga dalam peraduan peluk mata-mata senja yang semakin kelam…

Pantaskah masih, makna-makna itu dipertanyakan…?

Kala petik alunan senandung ego bangkitkan amarah riak-riak jemari sang ombak….

Mengharu pilu, para insan yang berlindung dalam kebutaan mata batin….

Katakan pada hamba-Mu yang hina ini…

Apakah masih pantas makna akan kebesaran-Mu dipertanyakan..?

Kala hembusan denyut jantung sang bumi runtuh benamkan umat dalam dekapan kerudung kematian….

Dan dalam gubahan bencana yang hadirkan nada-nada tangis haru pilu menyayat…..

Bencana..........

Adalah Sapa-Mu pada insan yang inkar akan nikmat-Mu

Dan belai kasih cobaan pada ummat yang selalu menyebut nama-Mu

Ya Allah….

Pantaskah masih hamba yang hina ini pertanyakan makna kasih sayang-Mu…

Hamba hanya dapat meminta dan memohon ampunan-Mu…………...

Memohon Hadir belai-Mu dalam Taubat………….

Tidak ada komentar: