Makna……?
Jatuhan tetes-tetes pilar kilau yang titik-titiknya menyapa urat-urat ibu dalam napas-napas lelah berkabung dalam mendung….
Makna…… ?
Lukisan pada garis-garis surya pijar yang cairkan luka di titian serpih-serpih lara..
Rajutan pada tapak langkah-langkah koyak lembaran pijak….
Langkah galau pada detak-detak sang asa yang meregang nyawa…..
Makna……. ?
Goresan-goresan tua sang cinta bias yang meniti ukiran-ukiran kata satu raga…
Kata pada Jasad-jasad renta yang memandang hampa ayat-ayat sabda…
Adakah arti dari apa yang diraba..? atau hanya rasa pada sang puja..?
Jeritku…oh..
Pada lembar-lembar helai sang tegar yang bilahnya masih tenang terbentang…
Walau kepakan-kepakan kecil sudah tak mampu bawa terbang…
Jeritku…oh..
Pada para mulia yang berkenan tuk patahkan satu helai kepak sayap-sayapnya….
Dan memapahnya pada tepi-tepi sisi mimpi sang asa….
Dan Jeritku…oh…
Pada Mekarnya lembayung yang benamkan rusuk-rusuk tatap temaram sang rembulan…
Membuai dirga dalam peraduan peluk mata-mata senja yang semakin kelam…
Pantaskah masih, makna-makna itu dipertanyakan…?
Kala petik alunan senandung ego bangkitkan amarah riak-riak jemari sang ombak….
Mengharu pilu, para insan yang berlindung dalam kebutaan mata batin….
Katakan pada hamba-Mu yang hina ini…
Apakah masih pantas makna akan kebesaran-Mu dipertanyakan..?
Kala hembusan denyut jantung sang bumi runtuh benamkan umat dalam dekapan kerudung kematian….
Dan dalam gubahan bencana yang hadirkan nada-nada tangis haru pilu menyayat…..
Bencana..........
Adalah Sapa-Mu pada insan yang inkar akan nikmat-Mu
Dan belai kasih cobaan pada ummat yang selalu menyebut nama-Mu
Ya Allah….
Pantaskah masih hamba yang hina ini pertanyakan makna kasih sayang-Mu…
Hamba hanya dapat meminta dan memohon ampunan-Mu…………...
Memohon Hadir belai-Mu dalam Taubat………….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar