

www.armadridfans.blogspot.com
Ada seseorang saat melamar kerja,
memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu
terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,
cukup memelihara kebiasaan yang baik .
---- 000 -----
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.
Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk
diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb,
si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.
Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.
Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si
adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,
cukup punya inisiatif sedikit saja.
---- 000 -----
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat
cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama
sekali tidak marah-marah. "
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah,
hanya perlu tidak marah-marah .
---- 000 -----
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras,
Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
" Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku
sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah,
cukup membiarkan dia rajin bekerja .
---- 000 -----
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola
jatuh ke dalam rerumputan,
bagaimana cara mencarinya?
" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah.
" Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke
dalam.
" Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi.
" Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga
ke rumput sebelah sana ."
*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup
melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan
meloncat-loncat.
---- 000 -----
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di
pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya,
tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah
terbiasa,
malas untuk pindah.
" Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir
jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri,
cukup hindari kemalasan saja.
---- 000 -----
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir,
semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang
yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab
sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,
cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.
* You are what you think about. Beware of your mind.
Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang
Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa
Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus quranmu tak
juga
beranjak pada juz empat.jika itu adalah ungkapan penyesalanmu. jika
itu
merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lailmu
yang centang perenang (ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang
ketika dengan senyum manisnya teman ruanganmu berucap, "alhamdulillah
tarawihku belum bolong. " dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh
darimu dan pindah padanya. Kamu merasa sendiri, terasing.)
Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu hamba
Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya berdoa
sejak
dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak
rajab,
yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan, tapi..., tapi
sampai puasa hari ke tiga belas masih juga menggunjingkan kekhilafan
teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunnah... Bahkan hampir terlewat menunaikan
yang wajib.
Menangislah, lebih keras...
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kamu
masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa beberapa
belas. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk Ramadhan besok,
sedang Ramadhan ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan
hilang, bersama nostalgia yang terus tumbuh bersama usiamu. Setengah
sadar menatap hidangan saat sahur, kolak-es buah yang tersaji saat
berbuka, menyusuri gang sempit saat tadarus keliling, petasan dan
kembang api yang disulut usai subuh. Ramadhan yang selalu membuka
ingatan masa kecilmu dan terus terulang mengisi tahun-tahun
kedewasaan...
Menangislah,
Untuk dosa-dosa yang belum juga diampuni, tapi kamu masih juga
menambahi
dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak lama
kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat? Kamu bilang tak sengaja?
Tapi mengapa berulang dan tak juga kamu mengambil pelajaran? Syarat
taubatan nasuha adalah bertekad tidak mengulanginya lagi dan bukannya
bertobat sambil berucap 'kalau kejadian lagi, yaa taubat lagi'...
Menangislah.
Dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah
sepuluh
hari terakhir dan kamu belum bersiap untuk itikaf. Dan lembar-lembar
quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan keping-lembar mata uang menunggu
disalurkan. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.
Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali...
Baitul Maal Madani