Senin, 27 Agustus 2007

Dialog Anak Bunda_My Poem

Bunda ......................
Kala keringat tlah jatuh menyapu debu diatas takdir,
Sabarmu kembali bimbing, tata setiap goresan angan,
Ratakan kembali setiap liku jalan napasku,
Yang berserak berai oleh tangisku.....

Bunda.......................
Setiap kali jendela yang sama terbuka,
Lalu mencoba menyelam lagi dalam jalan yang serupa,
Kau rajut tiap helai mimpiku pada koyakan tepi-tepi sayapnya,
Dan satu warna baru kau goreskan padanya.....

“ Lihatlah hasil karyaku nak.....
Apakah ia sudah bias membuaimu......?”


Menggeleng dan menangis lagi ragaku,
Maka porak porandalah jerihmu............

Bunda..................
Satu tanganmu telah hadirkan rembulan dalam pangkuan,
Yang lain siramkan cahaya padanya,
Tiada pernah terucap akan harga diri,
Dan slalu beri jiwa tuk dicaci......................

“ Terbang.....
Teruslah terbang............
Mengepaklah, sampai kau merasa akan goyah,
Dan pijaklah tubuh rentaku saat kau akan jatuh,
Lalu, pandanglah lagi duniamu............
Karena aku tahu nak........
Tiada rembulan yang mampu bersinar sendiri............”


Akupun lelap dalam peraduan,
Lalu redup dari pandanganmu.......

Bunda......................
Kini rebahkanlah semua tangguhmu,
Bertahtalah diatas singgasana yang telah aku ukir dengan semua jerihmu,
Dan izinkan aku bersimpuh dihadapanmu,
Memohon surga di telapakmu.....

“Anakku........
Tiada lagi surga didiriku,
Semua telah mengalir dalam darahmu.......”





Tidak ada komentar: